Sungai Chao Phraya, THAILAND

Sungai Chao Phraya atau “Menam Chao Phraya” adalah sungai terpanjang dan terpenting di negara Thailand. Panjangnya 372 kilometer mengalir dari utara Thailand menuju ke Teluk Thailand (Teluk Siam) di selatan. Sungai ini membentuk Lembah Chao Phraya atau ‘Basin Chao Phraya’. Bangkok pesat membangun seperti sekarang kerana adanya sungai ini. Penduduk Bangkok seramai 8.1 juta orang amat bergantung hidup kepada sungai ini.

Hulu sungai Chao Phraya iaitu Sungai Ping dan Sungai Nam berpunca dari wilayah Nakhon Sawan (Pak Nama Pho). Panjangnya 372 kilometer, lurus dan deras di hulu. Sampai di hilir membentuk delta sungai, terusan malah hampir membentuk tasik ladam. Kota Bangkok terletak 35 kilometer di utara Teluk Thailand. Air pasang di Teluk Thailand dan hujan raksasa semasa iklim monsun tropika menyebabkan Bangkok banjir. Banjir besar berlaku pada 1942, 1983 dan 1995.

Terdapat 3000 empangan sungai di seluruh Thailand yang dibina sejak tahun 1950-an lagi bagi mengatasi masalah banjir di selatan Thailand terutamanya di Bangkok. Empangan ini mempunyai pelbagai fungsi iaitu sebagai janakuasa elektrik, bekasan air minuman dan pengairan sawah-sawah pagi.

Berhampiran dengan Bangkok terdapat banyak terusan yang dinamakan khlong. Khlong ini ada yang semula jadi dan ada yang dikorek oleh manusia. Terusan semula jadi dibaiki, ditambak, ditimbun guni-guni tanah dan dibina tembok konkrit. Keseluruhannya terdapat 750 kilometer terusan di Thailand.

Tebing sungai menjadi daya tarikan untuk penduduk bersawah padi dan sungai menjadi jalan pengangkutan yang baik dan murah. Antara bandar di sepanjang sungai Chao Phraya ialah Nakhon Sawan, Uthai Thani, Chainat, Singburi, Ang Thong, Ayutthaya, Pathum Thani, Nonthaburi, Bangkok dan Samut Prakan.

Terdapat pelbagai daya tarikan di sepanjang sungai ini. Pasar terapung di sungai ini menjadi daya tarikan pelancong. Kota purba Ayuthayya terletak di tepian sungai. Air pasang, limpahan air hujan dan kawasan air sawah padi dilakukan oleh pintu terusan.

Banyaknya sungai dan terusan memerlukan banyaknya jambatan. Antara jambatan yang terpenting berhampiran kota Bangkok ialah:

  • Jambatan Rama VI – jambatan kereta api
  • Jambatan Phra Pin-klao, dekat Grand Palace
  • Jambatan Rama VIII, jambatan kabel
  • Jambatan Rama IX, jambatan semi kabel
  • Jambatan Mega, sebahagian lingkaran kawasan industri.

Banyak pekerja menggunakan perahu karena di sepanjang sungai itu banyak gedung perkantoran, hotel bertaraf internasional, dan pusat perbelanjaan. Tersebutlah, antara lain, Marriott, Shangri-La, Royal Orchid Sheraton, Mandarin Oriental, dan Millennium Hilton Hotel. Pusat perbelanjaan River City Shopping Complex juga berada di sekitar sungai.

Gedung-gedung penting pun berjajar di tepi sungai. Sebut saja museum nasional, gedung teater, kampus, termasuk Universitas Thammasat dan Universitas Silpakorn. Begitu pula kuil terkenal banyak dibangun di sepanjang sungai, misalnya, Wat Pho, Wat Sawetta Chat, Wat Thong Noppakum, dan Wat Arun.

Bahkan, istana raja, Royal Grand Palace, juga berdiri megah di pinggir Sungai Chao Phraya. Ini adalah istana resmi raja-raja Thailand sejak abad ke-18 hingga hari ini yang dibangun pada tahun 1782. Ketika ibu kota Thailand dipindah ke Bangkok pada awal kekuasaan Raja Rattanakosin tahun 1782, sungai menjadi jalur penting transportasi. Bahkan, saat itu dibangun kanal-kanal penghubung. Itu sebabnya Bangkok sering disebut Venesia dari Timur. Di Bengawan Chao Praya, sejarah Thailand melintas.

Bengawan Chao Phraya terbentuk dari pertemuan dua arus sungai, yaitu Sungai Ping dan Sungai Nan yang berhulu di bagian utara Thailand. Pertemuan arus itu terjadi di Provinsi Nakhon Sawan. Dari titik pertemuan itu, Chao Phraya mengalir sepanjang 365 kilometer dari utara ke arah selatan dan bermuara di Teluk Thailand. Sungai ini melintasi tak kurang dari sepuluh kota, termasuk Bangkok.

Sungai dengan air berwarna coklat itu tampak bersih dari sampah. Tanaman eceng gondok tampak di bagian pinggir sungai, tetapi tidak mengganggu lalu lintas air. Tak seorang pun penumpang perahu terlihat membuang sampah ke sungai. Mereka tampak sangat mencintai sungai.

 

http://ms.wikipedia.org/wiki/Sungai_Chao_Phraya

http://pelangiexp.wordpress.com/2009/12/17/mengintip-bangkok-dari-chao-phraya/

Published in: on 22 Juli 2012 at 8:23 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: http://dimasseptiyanto.wordpress.com/2012/07/22/sungai-chao-phraya-thailand/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: