METODA KRITIK INTERPRETIF

KAKIKAT METODA

•   Kritikus sebagai seorang interpreter atau pengamat yang sangat personal.

•   Bentuk kritik cenderung subjektif namun tanpa ditunggangi oleh klaim doktrin, klaim objektifitas melalui pengukuran yang terevaluasi.

•   Mempengaruhi pandangan orang lain untuk bisa memandang sebagaimana yang kita lihat.

•   Menyajikan satu perspektif baru atas satu objek atau satu cara baru memandang bangunan.

•   Melalui rasa artistiknya mempengaruhi pengamat merasakan sama sebagaimana yang ia alami.

•   Membangun satu karya “bayangan” yang independen melalui bangunan sebagaimana miliknya, ibarat sebuah kendaraan.

 

 TEKNIK KRITIK INTERPRETIVE

K R I T I K   A D V O C A T I F

•  Kritik ini tidak diposisikan sebagai bentuk penghakiman (judgement) sebagaimana yang terjadi pada Normatif Criticism.

•  Bentuk kritiknya lebih kepada sekadar anjuran yang mencoba bekerja dengan penjelasan lebih terperinci yang kadangkala juga banyak hal yang terlupakan.

•  Isi kritik tidak mengarahkan pada upaya yang memandang rendah orang lain.

•  Kritikus mencoba menyajikan satu arah topik yang dipandang perlu untuk kita perhatikan secara bersama tentang bangunan.

•  Kritikus membantu kita untuk melihat manfaat yang telah dihasilkan oleh sang arsitek melalui bangunannya dan berusaha menemukan pesona dimana kita telah mengira ia hanyalah sebuah objek yang menjemukan.

•  Dalam hukum advocatory Criticism, kritiknya tercurah terutama pada usaha mengangkat apresiasi pengamat.

K R I T I K   E V O K A T I F

•    Evoke : menimbulkan, membangkitkan.

•    Ungkapan sebagai pengganti cara kita mencintai bangunan.

•    Menggugah pemahaman intelektual kita atas makna yang dikandung bangunan.

•    Membangkitkan emosi rasa kita dalam memperlakukan bangunan.

•    Kritik evokatif tidak perlu menyajikan argumentasi rasional dalam menilai bangunan.

•    Kritik evokatif tidak dilihat dalam konteks benar atau salah tetapi makna yang terungkap dan penglaman ruang yang dirasakan.

•    Mendorong orang lain untuk turut membangkitkan emosi yang serupa sebagaimana dirasakan kritikus.

KRITIK EVOKATIF DISAMPAIKAN DALAM BNTUK :

a.  Kritik Naratif

b.  Kritik Fotografi (Intensify, Eteherial, Juxtaposition, Assosiation, Moment of Truth)

 

 

SUMBER : KRITIK ARSITEKTUR UG

Published in: on 10 Februari 2013 at 11:12 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://dimasseptiyanto.wordpress.com/2013/02/10/metoda-kritik-interpretif/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: